Halloween party ideas 2015
[ads-post]

 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel

Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng motivasi yang saya dapatkan dari teman saya siang ini. Yah, anggap saja ini sebagai hadiah valentine dari saya untuk anda semua. Sedikit hiburan ringan bagi anda yang telah bekerja keras membangun bisnis online maupun bisnis offline anda. Langsung saja yuk disimak...


 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya sampai ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat menyayangi pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat menyayangi anak kecil itu.

 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali mempunyai mainan, tapi saya tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf saya pun tak punya uang... tetapi kamu boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau sanggup mendapat uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia kemudian memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, sesudah itu anak lelaki tak pernah tiba lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
Suatu hari anak lelaki itu tiba lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk daerah tinggal. Maukah kamu menolongku?"
"Duh, maaf saya pun tak mempunyai rumah. Tapi kamu boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa senang melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
Pada suatu ekspresi dominan panas, anak lelaki itu tiba lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu, "Aku sudah bau tanah dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kamu memberi saya sebuah kapal untuk pesiar?"
 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
"Duh, maaf saya tak punya kapal, tapi kamu boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk menciptakan kapal yang kamu mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan menciptakan kapal yang diidamkannya. Ia kemudian pergi berlayar dan tak pernah lagi tiba menemui pohon apel itu.

 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
Akhirnya, anak lelaki itu tiba lagi sesudah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak mempunyai buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak mempunyai gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak mempunyai batang dan dahan yang sanggup kamu panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, saya sudah terlalu bau tanah untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak mempunyai apa-apa lagi yang sanggup saya berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah bau tanah dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
 Kali ini saya ingin menyebarkan sedikit dongeng  Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki Dan Pohon Apel
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki, "Aku hanya membutuhkan daerah untuk beristirahat. Aku sangat lelah sesudah sekian usang meninggalkanmu."
"Oooh, anggun sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon bau tanah yaitu daerah terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat bangga dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Lalu teman saya melanjutkan ceritanya. Ini yaitu dongeng perihal kita semua. Pohon apel itu yaitu orang bau tanah kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya tiba dikala kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang bau tanah kita akan selalu ada di sana untuk menawarkan apa yang sanggup mereka berikan untuk menciptakan kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat berangasan pada pohon itu, tetapi mungkin tanpa kita sadari begitulah cara kita memperlakukan orang bau tanah kita.

Cintailah orang bau tanah kita. Berikan selalu yang terbaik, yang sanggup kita berikan kepada mereka. Sampaikan kepada orang bau tanah kita, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup dan cinta mereka yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Post a Comment

Vaganza

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBan4ViUoBV8YHsfU7Il10EuwN_O8UCdzqtpGN4KHJFxgj7PcBpr7KVFO8PFtNItKg1Hdk12A3MPFX4DrgfJV0rGg5vhR5WbCSmuD-YbCttGqtmwfu51lVFyD51X7LQoMvHopt2paHWD87/s1600/avatar.png} Youtube Vaganza {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://plus.google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.